Daerah

Arief Belajar Permodalan UMKM Ke Semarang

PEMBARUANNEWS.CO,TANGERANG- Pengembangan UMKM yang maji di Semarang berhasil menarik perhatian Walikota Tangerang H. Arief R. Wismansyah. Walikota pun ingin mengetahui bagaimana cara Kota tersebut menangani masalah permodalan bagi pelaku UMKM.

Hadir dalam kunjungan tersebut Plt Asisten Ekbang Kesra Sugiharto Ahmad Bagja. Kehadiran Arief dan rombongan disambut Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Semarang Agus Riyanto dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Litani Satyawati. Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga mengunjungi Padepokan Ilir – Ilir Kampung Alam Malon, Gunung Pati,Kota Semarang, Jumat (9/11).

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, alasan kunjungannya ke kota yang menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut lantaran keinginan untuk belajar tentang bantuan permodalan bagi pelaku UMKM.

“Industri pariwisata menjadi salah satu tujuan pembangunan, karena saat ini persaingan bukan hanya antar daerah di indonesia tapi juga antar kota dari seluruh dunia,” ucap Arief.

Arief mengatakan, UMKM menjadi salah satu faktor yang penting di dalam industri pariwisata. ” Jika keduanya dapat bersinergi dan berkolaborasi akan baik hasilnya,”tambahnya.

Arief berharap, dengan terjalinnya hubungan baik antara Kota Tangerang dan Kota Semarang dapat terus meningkatkan kolaborasi untuk membangun Indonesia dari daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Semarang Litani Satyawati mengatakan, program yang diusung pemkot Semarang untuk mendukung UMKM di Kota Semarang adalah Program Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Juara) dan Ijus Melon ( Ijin Usaha Mikro Melalui Online) “Kedua program tersebut merupakan program unggulan di sini,” akunya,”ucapnya.

Melalui program tersebut, sambungnya,  para pelaku UMKM akan mendapatkan pinjaman maksimal Rp 50 juta perorang. Sedangkan khusus untuk pinjama dibawah 5 juta bisa tanpa agunan dengan bunga 3 % pertahun.

“Jangka waktu pinjaman 2 tahun maksimal Rp 50 juta, bunganya untuk Bank Pasar dan Bank Jateng,” imbuhnya.

“Sampai november 2018 sudah ada pengajuan sebanyak 1.315 proposal, dan sebanyak 1.024 yg bisa mencairkan dananya dengan total sebesar Rp 6.181.500.000,” pungkasnya. (ger)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close