Daerah

Dinas Pendidikan Larang Paud Berikan Siswa PR

PEMBARUANNEWS.CO,TANGERANG-Dinas Pendidikan Kota Tangerang meminta lembaga pendidikan usia dini (PAUD dan Taman Kanak- Kanak) untuk tidak menerapkan metode membaca, menulis dan berhitung pada anak usia dini. Itu dilakukan guna meningkatkan tumbuh kembang anak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Abduh Surahman saat membuka workshop Ice braker dan cerita bergambar yang dilaksanakan di UNIS, Jumat (23/11) kemarin. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Abduh Suratman mengatakan, dengan mengikuti kegiatan tersebut akan menambah pengetahuan para pengawas taman kanak-kanak. “Jangan sampai guru TK lebih pandai dari pengawasnya karena pengawasnya tidak pernah mengikuti pendalaman materi mengenai bagaimana menciptakan pendidikan menyenangkan di taman kanak-kanak,” ucapnya.

Abduh menjelaskan, kegiatan belajar yang menyenangkan dan cerita bergambar merupakan sarana yang dapat digunakan untuk menanamkan edukasi kepada siswa. Dalam kegiatan tersebut, ia meminta kepada kepada guru PAUD dan TK untuk tidak membebani siswa dengan memberikan tugas tambahan. “Jangan pernah guru PAUD mengajar baca tulis berhitung seperti yang dilakukan guru SD. Jangan sampai lembaga pendidikan terpengaruh terhadap permintaan pasar,” imbuhnya.

“Seharusnya lembaga pendidikan memiliki cirikhas tersendiri. Banyak yang komplain ke kami mengenai hal itu. Kalau tidak mau melakukan hal itu ya tutup saja,” tegasnya.

Menurutnya, sebagai orang tua tidak boleh mengorbankan anak karena memiliki ambisi untuk menjadikan buah hatinya berprestasi. Menindaklanjut hal tersebut, ia melarang guru TK mengajar Calistung seperti Guru kelas 1 Sekolah Dasar.

“Tidak boleh ada PR. Jangan renggut kedekatan anak dengan orang tua karena anak mengerjakan PR. Saat mereka dirumah biarkan mereka bercengkrama dengan orang tua. PR adalah keperjaan Sekolah dan bukan pekerjaan taman. Taman adalah tempat bermain,” tambahnya.

Ketua IGTKI Masyrifah Imaz dalam laporannya menjelaskan, kegiatan workshop yang diikuti oleh 600 guru dan pengawas TK se Kota Tangerang ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan bagi tenaga pengajar dan pengawas mengenai cara mendidik anak usia dini. “Setelah mengikuti acara ini diharapkan kita lebih semangat lagi mengajar. Ilmu itu dapat diperoleh dimana saja dan kapan saja,” ucapnya.

Imaz mengharapkan, kegiatan tersebut meningkatkan proses pembelajaran anak -anak. Walhasil, tenaga pendidik dapat menghasilkan peserta didik yang kreatif, inovatif dan berdaya saing. (ger).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close