DaerahEkbisHeadlineLifestyle

Walikota Tegur PDAM Saat Apel Siaga Bencana

PDAM Diminta Koordinasi Dengan Dinas Pertamanan

PEMBARUANNEWS.CO,TANGERANG- Perusahaan Daerah Air Minim (PDAM) Tirta Benteng Kota Tangerang dapat teguran Walikota Tangerang Arief R Wismansyah. Perusahaan plat merah tersebut diminta untuk rajin berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) guna kelancaran pendistribusian air.

Hal tersebut diungkapkan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah saat melakukan apel siaga bencana di Lapas Anak Tangerang. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, walaupun keterbatasan armada yang dimiliki oleh PDAM untuk pendistribusian air bersih ke seluruh masyarakat Kota Tangerang PDAM sejatinya dapat melakukan kerjasama dengan instansi lain ataupun swasta. ” Jangan sampai jika bencana terjadi alasan truknya untuk pendistribusian air tidak ada. Libatkan teman – tema di pertamanan dan swasta untuk pendistribusian air,” ujarnya, Rabu (28/11).

Selain itu, Arief meminta kepada seluruh OPD untuk rutin melakukan pengecekan peralatan dan perlengkapan kebencanaan. Sehingga dapat dipergunakan jika terjadi bencana. “Jangan sampai tanpa koordinasi jadi merepotkan semua pihak. Maka, melalui kegiatan ini mari kita bangun kominikasi dan sinergisitas untuk membangun kota ini agar dapat terbebas dari bencana,” tambahnya.

Menurut Arief, PDAM dapat bersinergi dengan Dinas Pertamanan untuk mengoptimalkan kendaraan yang dimiliki OPD tersebut. Dengan catatan, PDAM harus membersihkan dahulu isi tanki mobil dinas pertamanan sebelim digunakan. ” Kalau dulu mobil pertamanan isi air kotor buat siram taman, sekarang bisa digunakan untuk pendistribuaian air,”tegasnya.

Sementara itu pihak Pdam Tirta Benteng Melalui Asisten Manager Humas dan Pengaduan Ichsan Sodikin Mengatakan Siap menjalankan Perintah Walikota tersebut. “Kita Akan tindak lanjuti Perintah Walikota Tangerang,  Pihak PDAM TB akan berkoordinasi dengan pihak Opd terkait (dinas pertamanan)  dalam hal mobilisasi kendaraan tangki Air nanti” ujar ichsan.

Data yang diperoleh jumlah genangan di Kota Tangerang terus menurun berkat keterlibatan masyarakat. Di tahun 1993 jumlah genangan di Kota Tangerang telah mencapai 33 titik dan hingga 2018 jumlahnya menjadi 3 titik. Penurunan tersebut disebabkan dengan adanya sumur resapan (biopori) yang jumlahnya terus bertambah setiap tahunnya.

Asisten Menejer Humas dan Pengaduan Ichsan Sodikin mengaku siap merealisasikan Inatruksi Walikota secepatnya. “Kami siap berkoordinasi dengan OPD terkait (Dinas Pertamanan) untuk mobilisasi air ke masyarakat maupun pelanggan,” pungkasnya.  (ger)

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close