Headline

Jelang libur Natal dan Tahun baru Imigrasi Bandara Soetta Waspadai Datangnya WNA Bermasalah 

Jelang libur Natal dan Tahun baru Imigrasi Bandara Soetta Waspadai Datangnya WNA Bermasalah

Pembaruannwes.co,Sokarno hatta,Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta tingkatkan pengawasan terhadap warga negara asing yang datang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

Peningkatan pengawasan tersebut dilakukan karena tingginya jumlah WNA bermasalah yang datang ke Indonesia dari tahun ke tahun.

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soetta, Enang Supriyadi Syamsi mengatakan, kedatangan WNA bermasalah pada 2018 meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu.

“Tahun 2017 kami menolak WNA masuk ke Indonesia ini masih dibatas koridor atau masih dibatas border control (belum keluar dari terminal bandara) kita tolak langsung 562 orang. Tapi meningkat tajam pada 2018 ini. Sampai awal desember itu sudah 746 orang,” kata Enang saat ditemui di Bandara Soetta, Tangerang pada hari Senin (10/5/2018).

Ia menjelaskan, dengan dibebaskannya visa terhadap WN dari 169 negara ke Indonesia menjadi salah satu faktor datangnya WNA yang tidak diharapkan.

Pembebasan Visa untuk 169 negara menjadi peluang bagi mereka untuk datang ke Indonesia dengan berbagai cara,” kata Enang.

Oleh karenanya, pihaknya terus meningkatkan pengawasan terhadap WNA yang datang melalui Bandara Soetta. Terlebih saat ini memasuki akhir tahun.

“Karena memasuki natal dan tahun baru ini pasti padat. Low season atau penerbangan reguler, kita perhari diprediksi antara 40 ribu orang in-out WNA dan WNI melalui Bandara Soetta. Nanti pada peak season bisa mencapai 60 hingga 70 ribu orang per hari. Dengan berbagai tujuan dan niat. Ini yang kami waspadai,” jelas Enang.

Kendati demikian, Enang mengaku pihaknya tetap memberikan pelayanan keimigrasian dengan maksimal.

“Kita akan konsentrasi dalam pelayanan tanpa mengesampingkan kewaspadaan. Selain memberikan pelayanan, filter keamanan pun harus ditingkatkan,” terang Enang.

Ia pun berharap, seluruh stakeholder di Bandara Soetta dapat bersinergi dengan baik.

Di kesempatan yang sama, Kabid Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soetta, Tessa Harumdila mengatakan, penolakan terhadap 746 WNA yang bermasalah dilakukan karena berbagai pelanggaran keimigrasian.

“Penolakan dilakukan karena kedatangan mereka tidak diharapkan. Mulai dari pemalsuan data, tidak memiliki tujuan yang jelas atau tidak memiliki uang yang cukup bahkan tidak mengantongi tiket kepulangan kembali ke negara asalnya,” kata Tessa.

Banyaknya destinasi wisata serta biaya murah mendorong para WNA untuk berlibur di Indonesia,sehingga perlunya pengawasan yang ketat,agar tidak bermasalah dikemudian hari.( Rsd )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close