HeadlineKriminal

Jajahkan Layanan Pornografi Live Streaming, Team Vipers Ringkus Sepasang Kekasih

PEMBARUANNEWS.CO, TANGERANG – Petugas Team Vipers Satreskrim Polres Tangerang Selatan, mengamankan tiga pelaku tindak pidana perbuatan asusila pornografi melalui live streaming.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengungkapkan, Ketiga pelaku yakni HKS (24), R (22) dan M (18) mereka diamankan disebuah rumah kost di Jalan Kemuning, Melati Mas, Blok SR, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

“Para pelaku diantaranya satu laki-laki dan dua perempuan. Setelah mendapat laporan masyarakat tim “Vipers” melakukan penangkapan di rumah kost yang di sewa oleh pelaku,” kata Ferdy, Saat menggelar konferensi pers. Jumat (28/12/18).

Ferdy menuturkan, bahwa dalam melakukan aksinya pelaku menggunakan aplikasi dari media sosial aplikasi “Joy Live” yang di download dari ponselnya dan selanjutnya pelaku memulai aksinya dengan cara mempertontonkan adegan pornografi live streaming.

Peran para pelaku diantaranya, HKS sebagai sutradara yang mengatur adegan pornografi yang disiarkan secara langsung, dan R yakni kekasih HKS berperan sebagai penerima uang yang dikirim atau ditransfer oleh pelanggannya sebesar 200 ribu rupiah. Sedangkan M berperan sebagai model dengan melakukan adegan pornografi.

“Ketiga pelaku muda mudi tersebut, memang memiliki peran berbeda ada yang sebagai mengatur, dan wanita sebagai model adegan pornografi untuk dinikmati oleh para pelanggannya,” katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yuriko menambahkan, pengakuan para pelaku baru 1 bulan melakukan aksi tidak senonoh tersebut. Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku 3 unit handphone, 1 buah kartu ATM, Celana panjang serta baju dalaman wanita.

“Pengakuannya ini pelaku baru sebulan, sementara dilokasi penangkapan pelaku ini kami amankan handphone sebagai alat untuk melancarkan aksinya di media sosial melalui aplikasi tersebut,” tambahnya.

Tindakan selanjutnya, Alex menegaskan, akan melakukan koordinasi dengan pihak Pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) mengigat kedua pelaku wanita.

“Mengingat dua pelaku wanita, kami harus koordinasi dengan P2TP2A untuk melakukan pendampingan,” tegasnya.

Para pelaku terancam Pasal 2 Ayat (1) Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Orang (PTPPO), dan atau Pasal 29 dan atau 30 dan atau 33 dan atau 34 Undang Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 45 ayat 1 Undang Undang Nomor 19 tahun 2016, atas perubahan Undang-undang Nomor 11 th 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). (dri)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close