DaerahHeadlineMegapolitanNasional

Sekda Minta BPBD Kota Tangerang Koordinasi Dengan Dinas Pertamanan dan Dishub

PEMBARUANNEWS.CO,TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang menggelar apel kesiap siagaan. Itu dilakukan untuk memastikan personel BPBD siap dalam menghadapi bencana yang kapanpun akan dapat terjadi di Kota Tangerang.

Apel yang dilaksanakan di markas komando BPBD Kota Tangerang yang beralamat di Jalan Ks Tubun No.96, Koang Jaya, Karawaci, Kota Tangerang ini dipimpin langsung oleh Sekertaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri.

Sekertaris Daerah Dadi Budaeri mengatakan, tujuan Pemerintah Kota Tangerang mengadakan apel komandi diawal tahun 2019 adalah untuk mengecek kesigapan personel BPBD Kota Tangerang. “Insya allah dari kekuatan yang ada dan pengalaman yang ada termasuk kemarin ikut pelaksanaan pertolongan di daerah terdampak tsunami di Banten BPBD Kota Tangerang bisa dijadikan rujukan dalam penanganan bencana,”ucapnya ketika ditemui seusai apel komando, Kamis (3/1/2019).

Dadi mengatakan, dari hasil penerjunan pasukan ke lokasi terdampak bencana tsumani terdapat beberapa poin yang perlu dievaluasi. Diantaranya mengenai standar operasi prosedur penanganan bencana, dan koordianasi dengan instansi terkait. Khusus koordinasi, sambung Dadi, pihaknya meminta BPBD berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk membantu memperlancar arus lalu-lintas minimal di lokasi mako dan berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan untuk membantu proses pembersihan. Untuk meningkatkan kemampuan personel, dalam waktu dekat Pemkot berencana akan menggelar simulasi kebencanaan sekala besar dengan melibatkan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Irman Puja Hendra mengaku, pihaknya telah melakukan berbagaui upaya untuk peningkatan kemampuan personel. Salah satunya dengan melakukan simulasi kebencanaan baik yang dilakukan disekolah ataupun ditingkat perusahaan. “Sarana dan prasarana sudah kami tambah seperti perahu yang saat ini ada 6 unit yang dimiliki oleh BPBD Kota Tangerang dan kendaraan bermotor,” ujarnya.

Irman mengatakan, saat ini BPBD Kota Tangerang telah memiliki tim hypnoteraphy yang memiliki tugas untuk menangani korban trauma akibat bencana. “Saat ini kami memiliki personel sebanyak 400 orang yang terbagi menjadi tiga pleton,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya meminta masyarakat waspada dan jangan ragu melapor jika mengalami musibah becana alam. Terlebih pasca insiden trunami pada 23 Desember 2018 kemarin membuat pemerintah menetapkan Provinsi Banten sebagai daerah rawan bencana hingga 7 Januari mendatang. Selain itu, saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dalam status siaga III“Masyarakat jangan panik dan tetap tenang. Gunakan masker jika abu Gunung Anak Krakatau turun dan laporkan kepada kami,” pungkasnya.

Data yang diperoleh dari BMKG pertanggal 3 Januari 2019 pukul 09.00 WIB, pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ketinggian abu mencapai 8 Km diatas permukaan laut dan bergerak menuju arah timur laut. (ger)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close