DaerahHeadlineLifestyleNasional

Melihat Eksistensi PSK STW di Kota Tangerang

Lakukan Banting Harga Hingga Full Service

PEMBARUANNEWS.CO – Minimnya tindakan tegas dari Pemerintah Kota Tangerang menegakkan Perda Nomor 5 Tahun 2005 mengenai pelacuran membuat kegiatan prostitusi sulit diberantas dikawasan kota seribu jasa tersebut. Akibatnya,  aktivitas pekerja seks komersial (PSK) masih dapat ditemukan di Kota Tangerang.

Untuk menemukan PSK di Kota Tangerang tidak lah sulit, terutama saat tengah malam. Seperti yang berada di Jalan Sasmita. Dikawasan tersebut pada tengah malam dapat dengan mudah menemukan beragam PSK. Mulai dari anak baru gede (ABG), Setengah Tua (STW) hingga waria. Harga yang ditawarkan bervariasi dan tergantung kelihaian bernegosiasi, yaitu mulai dari Rp 350 ribu untuk PSK STW hingga Rp 800 ribu untuk ABG.

Jika beruntung, peminat bisa mendapatkan jasa PSK 1/2 harga dari harga pasaran tersebut. Harga tersebut sudah termasuk biaya hotel. Umumnya harga tersebut dapat diperoleh jika menjelang tibanya waktu pagi hari pukul 05.00 Wib. Agar dapat terhindar dari penggerebekan dan mempermudah para PSK beroperasi, mereka yang mangkal menggunakan kendaraan roda dua untuk menuhu hotel berbintang dan hotel melati di kawasan pusat Kota Tangerang. Bahkan, terdapat mucikari yang berkeliling menawarkan PSK sesuai katagori yang diinginkan,

Ade, salah satu PKS STW yang kerap mangkal dikawasan tersebut menerangkan, tedapat berbagai layanan yang diberikan oleh PSK. Diantaranya full service seperti oral sex yang kerap diminati. “Saya mah buka harga Rp 350 ribu sudah full service (Oral sex dan kissing). Bisa turun kok harganya. Kalau sepakat berangkat,” ujarnya ketika ditemui Pemberuannews.co, Rabu (9/1/2019)

Umumnya, sambung Ade, sekali berhubungan badan dengan pria hidung belang tidak memakan waktu banyak. Maksimal selama 30 menit seluruh layanan telah diberikannya kepada pemesan. Jika belum puas, pemesan dapat kembali bernegosiasi untuk kembali dilayaninya. Jika ingin mendapatkan durasi berhubungan intim yang lebih lama, pemesan juga dapat membooking PSK yang nantinya akan melayani berdasarkan waktu dan harga yang disepakati. Ade mengaku tidak menyesal atas pekerjaan yang telah dilakoninya selama bertahun -tahun. “Mau kerja apa lagi say. Usia sudah lanjut dan kalah sama yang muda-muda. Saya begini agar bisa makan dan bertahan hidup, apalagi saya tidak punya suami. Dapat satu pelanggan saja saya sudah senang,” akunnya.

Agar tetap mangkal dilokasi tersebut, ia harus menyisihkan pendapatannya untuk memberikan sejumlah uang jatah kepada preman. Pantauan langsung, oknum tersebut datang meminta jatah pada pagi hari mulai dari pukul 04.00 WIB dengan besaran ratusan ribu persetiap PSK.

Hal senada juga disampaikan oleh Wanda, PSK STW lainnya. Ia mengaku terpaksa melakukan profesi tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Terpaksa bang, lagian siapa yang mau malam sampai pagi dijalan,” pungkasnya.  (ger)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close