DaerahMegapolitanNasional

Ribuan Umat Konghucu Panjatkan Doa di Klenteng Boen San Bio Saat Malam Imlek

PEMBARUANNEWS.CO, Tangerang– Indonesia merupakan sebuah bangsa yang dikenal dengan keberagaman akan suku, budaya, agama dan lain sebagainya. Dimana sebagian besar penduduknya dipenuhi oleh umat muslim. Akan tetapi, perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek tetap dianggap sebagai sebuah peristiwa atau tradisi penting di Indonesia.

Dalam rangka menyambut hari Raya Imlek 2019 yang jatuh pada hari esok. Seluruh umat Budha dari Jabodetabek pada Senin (04/02/2019) malam ini berdatangan memenuhi Yayasan Vihara Nimmala (Boen San Bio) Kota Tangerang, untuk berdoa dan meminta kepada para Dewa dan Dewi supaya diberikan keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan hidup di tahun yang akan datang.

Hal tersebut dijelakan oleh Pembina Yayasan Vihara Nimmala, Iyan Suharlim. “Sebenernya Imlek ini merupakan tradisi, terutama untuk umat konghucu. Maknanya, bagi yang merayakan imlek harus berbuat kebajikan sepanjang tahun ini,” ucapnya.

Menurutnya, semua umat itu wajib menaruh kata-kata kebajikan di dalam amplop. Dan amplop itu nanti dikembalikan, dan harus melaksanakan apa yang dia ucapkan di situ. Jangan sampai nanti ucapannya ditulis, cuman tidak dilaksanakan kewajibannya.

“Istilahnya dia harus menanam kebajikan tahun ini dan tahun yang akan datang. Supaya, kebajikannya akan terus berjalan untuk umat manusia. Terutama dia sendiri yang menulis itu. harus dilaksanakan,” jelasnya.

“Selain kebajikan ada penyembahan. Di kelenteng ini ada 14 altar dewa dan Ada 1 altar itu dari kramat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Iyan memaparkan bahwa aktivitas sembahyang para umat dikelenteng binaannya itu, mulai didatangi dari waktu sore sampe jam 12 malam dan hingga pagi lagi. Hal itu dikerenakan, banyaknya umat yang datang untuk berdoa mencapai ribuan orang.

Foto suasana para umat Konghucu saat malam Imlek 2019 di Vihara Nimmala (Boen San Bio) Kota Tangerang, Tengah Bersembahyang dan berdoa pada Senin (04/02/2019) malam.

“Kita siapkan 5 ribu hio dan semua perlaatan sembahyang secara gratis. Karena ditahun lalu aja, para umat yang datang kesini bisa mencapai lima ribu lebih,”

Iyan menyebut Imlek ini sama, hanya tahun ini babi berunsur tanah. “Babi itu kan unsur keberuntungan. Tanpa kerja aja orang bisa banyak yang menyukai dia. Kalau menurut unsur tanah itu kan menerima. Jadi kalau kita tanam tanah itu, akan cepat berbuah tahun ini. Kalau kita tanam kebajikan, ya akan ada hasilnya,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Puji (30), salah satu umat yang berada di lokasi kelenteng. Wanita asli Benteng yang memiliki satu ini mengaku setiap malam imlek selalu datang ke Vihara Boen San Bio bersama keluarga tercintanya untuk menyembah kepada para dewa dan dewi agar selalu dilimpahkan rejeki dan kebahagian dalam menjalankan hidup kedepannya.

” Di 2019 ini kan tahun babi, jadi saya bersama keluarga meminta atau memohon kepada para dewa dan dewi, supaya di berikan perlindungan dan agar kehidupan kami lebih baik lagi ari tahun sebelum nya,” ucapnya.

Wanita yang memiliki satu ini mengaku setiap malam imlek selalu datang ke Vihara Bun San Bio, bersama keluarga tercintanya untuk menyembah kepada para dewa dan dewi agar selalu dilimpahkan rejeki dan kebahagian dalam menjalankan hidup kedepannya.

Berbeda dengan Ratna (29) saat ditemui Pembaruannews.co sedang menuliskan harapannya di Pohon Kebajikan. “Tadi saya berdoa dan berharap untuk praktek diri saya sendiri, semoga di tahun depan saya bisa lebih lagi, semoga bisa lebih sabar dan bisa menahan diri dari segala macam cobaan,”

“Semoga indoneaia semakin lebih aman, terutama untuk piala dunia, kita bisa kembali lagi bersatu dan tak ada lagi perpecahan,” harapnya. (Sam)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close