EkbisHeadlineNasional

Sinergi BUMN, AP II Teken Mou Dengan PT.Kimia Farma

PEMBARUANNEWS.CO – PT. Angkasa Pura II (Persero) melakukan penandatangan Nota kesepakatan kerjasama ataup Memorandum Of Understanding (MoU) bersama PT. Kimia Farma TBK, Rabu (06/03/2019) di Boarding Lounge Terminal 3 Bandara Soetta. Pasalnya, perjanjian kerjasama tersebut merupakan salah satu turunan kerjasama dalam program sinergi BUMN.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Muhammad Awaluddin, President Director PT.Angkasa Pura II. “Pagi ini PT angkasa pura II dan kimia farma merealisasikan sebuah mou yang akan jadi dasar turunan kerjasama kami bersama dalam program sinergi BUMN. Kami selaku operator bandara, yang mengoperasikan 16 bandara dan tahun ini akan mengoperasikan 19 bandara.Menjadi satu hal yang penting akan keberadaan outlet retail farmasi. Karena kebutuhan pengunjung bandara atau pelanggan di bandara akan obatan obatan ini sangat tinggi, terutama bagi mereka yang ingin berpergian,” ucapnya.

President Director PT.Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin bersama Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Honesti Basyir saat melakukan penandatanganan MoU pada Rabu (06/03/2019) di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Lebih lanjut Awal mengatakan, dari 16 bandara itu sudah eksis hadir outlet kimia farma itu di 4 bandara. Jadi kami akan programkan menjadi sebuah komitmen bersama sampai akhir tahun nanti 12 bandara yang lain.

“Kan ada retail kimia farma dan ini program bersama karena kebutuhannya memang sudah tinggi. Kimia farma sudah hadir di T3 domestik dan internasional,” kata Awal.

“Menurut saya ini sebuah program yang sangat bagus. Sehingga, bandara bisa menjadi sebuah tempat yang nyaman dan jadi sebuah tempat kebutuhan semua pengguna jasa bandara itu ada. Salah satunya kebutuhan obat obatan selama mereka di dalam perjalanan,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Honesti Basyir mengatakan untuk harga di industri farmasi ini sudah mempunyai harga eceran tertinggi. “Kita gak boleh melebihi dari situ, nanti untuk harga tertentunya akan kita sesuaikan dgn kondisinya. Tapi, yang terpenting disini adalah traffic yang ramai sampai 70 ribu pergerakan orang tiap hari di T3 saja, nah ini orang kan butuh sehat,”

“Jadi kalau untuk harga produksi bisa kita lihat nanti dari kondisi di lapangan. Sedangkan kalau untuk pekerja di setiap outlet minimal ada 3 orang. Mereka bekerja selama 24 jam dengan 3 shift,” jelasnya.  (Sam)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close