HeadlineMegapolitan

Setahun Lebih Terendam Banjir, Pengusaha di Sentra Kosambi Menjerit

PEMBARUANNEWS.CO, Tangerang– Banjir merendam puluhan gudang dan akses jalan di sentra pergudangan kosambi, Dadap, Kosambi Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (09/03/2019). Dengan ketinggian air mencapai 10 Cm, seluruh warga dan pekerja masih memilih tetap bertahan.

Kepala Desa Kosambi Timur, Hasanudin,SH membenarkan banjir menerjang pergudangan dan akses jalan warga di Desa kosambi timur, Kec.Kosambi, walaupun tidak dalam kondisi musim hujan.

“Laporan dari staff kantor desa dan pengusaha setempat bahwa warga dan pekerja belum mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” katanya.

Pantauan PEMBARUANNEWS.CO di lokasi, wilayah pergudangan yang terendam banjir berada di blok D dan C. Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan cepat ke hilir. Hal itu dikarenakan letak permukaan jalan lebih rendah jika dibanding saluran air. Disamping itu, tidak adanya aliran pembuangan air semakin memperparah genangan air di ruas jalan.

Demikian pula belakangan ini kawasan pesisir banyak berdiri bangunan pergudangan. Sehingga areal resapan air menjadi berkurang. Padahal pada beberapa tahun belakangan ini, bila musim hujan air dapat dengan cepat mengalir ke saluran dan beberapa saat cepat menghilang karena banyak areal resapan.

“Ada 90 gudang yang terendam banjir, dari mulai ketinggian 5 cm hingga 15 cm. Setahun lebih terendam banjir, pengusaha di sentra kosambi banyak yang menjerit,” ucap Kades.

Tak hanya pengusaha saja, para pekerja pun merasa aktifitasnya terganggu dengan adanya banjir tersebut.

“Kalau hujan turun kita kesulitan menuju pabrik, karena akses jalan terendam hingga ketinggian mencapai 50 cm,” keluh Manul (28) satu dari pekerja yang ada.

“Banyak pekerja yang terserang penyakit gatal dan diare akibat banjir ini,” ungkap Manul.

Para pengusaha yang memiliki gudang di sentra kosambi menjerit. Pasalnya, sejak 1,5 tahun terjadi banjir permanen di wilayah industri tersebut membuat siklus usaha terganggu.

“Gegara banjir, banyak rekanan saya kerja enggan ke sini. Karena akses jalan terendam air,” ujar Tius (45) satu dari pengusaha elektronik.

“Pengembang yang mengelola sarana jalan dan keamanan di sentra pergudangan kosambi tidak dapat di hubungi. Keluhan warga dan pengusaha hanya dijawab dengan menyedot genangan air dan membuang ke drainase sebelah. Padahal, usai disedot, air kembali menggenangi akses jalan pergudangan.  (Rsd)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close