HeadlineKriminalNasional

39 Kaleng Saus Tomat Berisi Sabu Afrika Diamankan Petugas Bandara

Pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional

PEMBARUANNEWS.CO, Tangerang– Penyelundupan narkoba jaringan Internasional melalui Bandara Soekarno Hatta kembali terjadi. Kali ini, para petugas keamanan yang berada di Bandara Soetta berhasil menegah penyelundupan narkoba jaringan Afrika.

Berbagai macam modus dan cara pun dilakukan oleh para penyelundup untuk mengelabui petugas dan aparat penegak hukum yang berusaha memberantas peredaran barang haram tersebut.

Namun, dengan strategi dan teknik yang dinamis, serta kerja sama yang baik antar-aparat di titik-titik masuk kedatangan barang atau penumpang, Petugas Bea Cukai Soekamo-Hatta dengan Polresta Bandara Soekamo-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika seberat 11.506,5 gram yang disembunyikan di dalam kaleng saus tomat.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Kepala KPU BC Tipe C Soekamo-Hatta, Erwin Situmorang dan Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Victor Togi Tambunan saat konfrensi pers yang digelar di Kantor Pelayanan Utama (KPU BC) Tipe C Soekaro-Hatta, Selasa (12/03 2019).

Erwin mengatakan kasus pertama terjadi pada hari Rabu (20/2) berlokasi di Terminal Kedatangan lnternasional 3, petugas Bea Cukai mengamankan seorang penumpang wanita WN Senegal berinisial AD (33 th) yang tiba menggunakan pesawat Emirate Airlines rute Guinea Dubai Jakarta (dengan kode penerbangan EK797 dan EK358).

Enam orang para pelaku penyelundupan narkoba jaringan Afrika berhasil diamankan oleh petugas Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (12/03/2019) di di Kantor Pelayanan Utama (KPU BC) Tipe C Soekaro-Hatta.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati penumpang tersebut membawa tujuh kemasan kaleng saus tomat dengan merk “RICCI” dan enam kaleng diantaranya berisi bungkusan plastik berisi kristaI-kristal bening yang berdasarkan pengujian, hasilnya positif mengandung methamphetamine dengan total berat 1.603 gram,” ucapnya.

“Menurut keterangan dari tersangka, ia diminta untuk membawa barang tersebut ke Indonesia lalu menuju ke sebuah hotel yang berlokasi di Jakarta Pusat, dan kemudian menunggu perintah selanjutnya,” tambahnya.l

Berdasarkan informasi tersebut, terang Erwin, petugas berkoordinasi dengan Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan controlled delivery. Sesampainya di lokasi hotel, tim gabungan akhirnya berhasil mengamankan seorang WN asal Nigeria berinisial PN (28th) yang bertindak sebagai penerima barang.

Beberapa hari berselang, kasus kedua terjadi pada hari Sabtu (23/2) di lokasi yang sama yaitu Terminal Kedatangan Internasional 3, petugas Bea Cukai kembali mengamankan seorang penumpang wanita WN Kenya berinisial BWN (34 th) yang tiba menggunakan pesawat Ethiopia Airlines rute Abuja (Nigeria) Addis Ababa (Ethiopia) Jakarta (dengan kode penerbangan ET910 dan ET6258).

“Hasil pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang tersebut, didapati 13 kaleng saus tomat dengan merk “SUNRIPE” yang disimpan dalam tas plastik dicampur dengan olahan kepala ikan dan bahan makanan,” kata Erwin.

Setelah dilakukan pemeriksaan Iebih Ianjut, petugas menemukan 7 kaleng di antaranya terdapat bungkusan plastik warna hitam yang berisi serbuk kristal warna putih, dan berdasarkan pengujian positif mengandung methamphetamine dengan berat total 1.691 gram. Selanjutnya dilakukan koordinasi untuk controlled delivery bersama Polresta Bandara SoekarnoHatta dan Subdit Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC.
Masih pada hari dan lokasi yang sama, kasus ketiga yaitu pada hari Sabtu (23/2) di Terminal Kedatangan lnternasional 3, petugas Bea Cukai Iagi-lagi mengamankan seorang penumpang laki-Iaki WN Benin berinisial SO (45 th) yang tiba menggunakan pesawat Ethiopian Airlines rute Contonou (Benin) Addis Ababa (Ethiopia) Jakarta (dengan kode penerbangan ET916 dan ET628). Terhadap barang bawaan penumpang tersebut dilakukan pemeriksaan mendalam. Dari hasil pemeriksaan didapati kaleng saos tomat merk “LENA” yang berisikan serbuk Kristal putih yang berdasarkan hasil pengujian mengandung methamphetamine.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Victor Togi Tambunan mengatakan dari hasil pengembangan, Tim gabungan dari Bea Cukai Soekarno Hatta, Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan Subdit Narkotika DJBC, berhasil mengamankan 2 (dua) orang tersangka Iainnya warga negara Indonesia dengan total barang bukti yang didapat sebanyak 8.141. gram methamphetamine 73 butir MDMA/Extacy, 35 gram Ganja dan 1 alat isap shabu.

“Ini ada 3 kasus dengan modus yang sama
hasil pengembangan dilakukan bea cukai. Kalau dilihat modusnya, hasil penyelidikan ada dua pengendali. Ada 3 laporan namun yang satu sama pengendalinya,” papar Victor.

“Yang pertama saat sampai bandara ditangkap dan kita kembangkan bahwa yang menerimanny di bandara juga WNA. Sedangkan, untuk kasus pertama warga negara Nigeria dan keduanya dikendalikan dari orang yang ada di Nigeria. Kedua modus yang sama menggunakan masukan ke dalam botol saus tomat,” sambungya.

Lebih jelas Victor mengatakan bahwa ada dua tersangka yang diamankan bea cukai, dimana keduanya tidak saling mengenal. Tapi setelah dilakukan pengembangan kepada tersangka satu, barangnya diambil oleh WNI dengan inisial SE. Kemudian dibawa lagi oleh tersangka MI.

“Dari MI kita temukan lagi narkotika jenis ekststasi dan ganja. Dari Wni yang diamankan bisa menemukan bahwa mereka dikendalikan dari lapas di Serang,”imbuhnya.

Kasus ini akan terus kami kembangkan karena infonya Wni yang ada di lapas itu jg berkomunikasi dengan WNA yang ada di lapas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin mengingatkan bahwa berdasarkan Undan-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3 dalam hal barang bukti melebihi 1 kilogram.

Erwin pun menambahkan, bahwa upaya pemberantasan narkotika ini bukan hanya merupakan tugas aparat hukum saja, melainkan juga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam membendung peredaran narkotika dan melindungi generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri.  (Sam)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close