HeadlineInternasionalKriminal

Puluhan WNA Overstay Dideportasi, 2 Diantaranya Terlibat Cyber Crime

PEMBARUANNEWS.CO, TANGERANG – Kantor imigrasi kelas 1 Tangerang telah melakukan deportasi sebanyak puluhan Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan pelanggaran, diantaranya kasus Overstay atau melebihi batas waktu izin tinggal selama berada di Indonesia.

Kepala kantor imigrasi Tangerang, Herman Lukman mengatakan, para WNA yang melakukan pelanggaran diantaranya mayoritas warga Negara Nigeria dan Bangladesh. Mereka diamankan di sejumlah tempat dikawasan Tangerang Raya.

“Rata rata yang kita deportasikan itu WNA Nigeria dan Bangladesh. Kebnyakan dari mereka melakukan pelanggaran Overstay. Kemudian kita sedang melakukan proses proju terhadap satu WNA Bangladesh, yang masuk tanpa melalui pemeriksaan TPI karena tidak memiliki dokumen yang resmi,” ucapnya. Kamis (14/03/19).

Data dari bulan Januari 2019 pihaknya telah mendeportasi sebanyak 11 orang, Februari 11 orang dan di bulan Maret ini sebanyak 3 orang warga negara Asing. Dari 25 pelaku, WNA bangladesh ada 6, cina 8 dan sisanya warga Negara Nigeria.

“Mereka kebanyakan kita tangkap di kawasan Apartemen, tepatnya di daerah karawaci. Sebelumnya di tahun 2018 kami melakukan pendeportasian terhadap WNA yang melakukan pelanggaran khususnya di Tangerang raya, itu sebenyak 156 WNA dan di pulangkan ke negaranya masing-masing,” papar Herman.

Lanjut Herman, Setelah dilakukan penindakan dan pemeriksaan, para WNA ini mengaku hanya Overstay di Indonesia, lalu kemudian menuju ke negara ketiga. Dengan alasan, mereka disini bermain sepak bola antar kampung dengan bayaran 1 sampai 2 juta rupiah sekali main,” kata Lukman.

“Mereka “WNA” tetap kita tindak lanjuti dengan pemeriksaan, meskipun mengaku di Indonesia hanya bermain sepak bola panggilan,” jelasnya.

Disamping itu Herman menambahkan, pihaknya juga mengamankan 2 orang WN Nigeria yang terlibat kasus Cyber Crime. Namun setelah dilakukan pemeriksaan belum ada laporan dari korban, barang bukti yang diamankan diantaranya 4 unit telepon seluler dan 2 unit laptop.

“Dua orang WNA ini yang diduga terlibat cyber crime, masih kita selidiki lebih lanjut. Karena sejauh ini belum ada laporan dari korban,” pungkasnya. (Dri)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close