HeadlineKriminal

Kejari Tangerang, Tuntut Hukuman Mati Kepemilikan Narkotika 98 Kilogram

PEMBARUANNEWS.CO, TANGERANG – Sidang pledoi atau pembelaan terdakwa Muhamad imam Fadilah alias kopral 26 tahun yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang. Atas kepemilikan Narkotika jenis ganja seberat 98,530,5 kilo gram di tuntut hukuman mati oleh Jaksa penuntut umum, meminta keringanan hukuman.

Kepala seksi pidana umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Tangerang Aka Kurniawan mengatakan,  pihaknya akan memberikan esepsi jawaban tersebut, terhadap pledoi terdakwa pada pekan depan.

“Ya, pasti kita akan memberikan esepsi atau hak jawabannya nanti pada sidang selanjutnya,” ujarnya. Saat ditemui Pembaruannews.co Selasa (25/03/19)

Aka menuturkan, Bahwa saat ini tim kami masih menyiapkan dan menyusun untuk sidang selanjutnya, namun tidak jauh dari materi tuntutan yang sebelumya yang sudah dibacakan oleh JPU .

“Materinya mungkin tidak jauh, sama dengan yang sudah di bacakan oleh jaksa penuntut umum pada sidang yang digelar sebelumnya,” katanya,

 

Terdakwa Imam Fadilah alias kopral, menjalani sidang pledoi di Pengadilan Negeri Tangerang

 

Diketahui, sebelumnya terdakwa Muhamad Imam Fadillah alias Kopral (26) dituntut mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pelanggaran undang undang narkotika. Bahwa terdakwa telah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) tentang narkotika.

Pada Mei 2018 terdakwa sedang menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang atas kasus narkotika jenis sabu yang divonis hukuman 8 tahun penjara. Saat di dalam Lapas, terdakwa diperintah oleh Steven Irawan alias Buyung yang juga sedang menjalani pidana di Lapas yang sama untuk mengambil paket narkotika di Kantor Pos Tangerang dan terdakwa menyanggupi.

“Karena terdakwa mempunyai orang yang sanggup mengambil paket narkotika tersebut, lalu Seteven memberikan Resi pengiriman barang narkotika ganja yang dikirm dari Aceh dengan alamat pengirm dari Banda Aceh,” papar Aka.

Selanjutnya Pada 1 Juli 2018, terdakwa dari Lapas menghubungi Yulius melalui pesan WhatsApp agar mengambilkan paket narkotika yang dikirm dari Aceh ke alamat Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Selanjutnya, terdakwa melalui WhatsApp kembali menghubungi Yulius untuk mengambil paket besar kiriman ganja dari Aceh.

“Setelah mengambil paket tersebut ke Kantor Pos Tangerang. Tidak lama kemudian sekitar pukul 10:00 WIB, Yulius dan Ridwan ditangkap petugas. Terdakwa sudah dua kali memerintahkan Yulius mengambil paket ganja seberat 98 kilogram pada Mei dan Juli 2018 diberi upah oleh terdakwa sebesar Rp 3,5 juta,” terangnya.

Selanjutnya sidang terdakwa kopral atas pengajuan pledoi atau pembelaannya, menunda sidang akan dilanjutkan pada pekan depan Senin 01 April 2019.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close