HeadlineKriminalTak Berkategori

Dilaporkan Lakukan Penyerobotan Tanah, Kakek di Tangerang Menjadi Terdakwa

Pembaruannews.co, TANGERANG – Sobari seorang kakek berusia 72 tahun yang berupaya mempertahankan lahan negara dari penyerobotan perorangan di meja hijaukan. Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, sementara ditunda lantaran Sobari tak didampingi kuasa hukum. Pada Kamis (09/05/19).

Sobari harus menjadi terdakwa di PN Tangerang dengan dakwaan 167 KUHP, yaitu dugaan penyerobotan tanah yang berada di Desa Bunder Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

“Tanah itu tanah negara dan saya sudah menggarapnya sejak tahun 1988. Saya akan terima jika tanah itu negara yang kelola bukan perorangan atau pun perusahaan,” ujar Sobari di PN Tangerang.

Sobari mengungkapkan, di tahun 2013 seseorang berinisial MS mengklaim tanah yang digarapnya seluas 50 ribu meter persegi adalah miliknya. Klaim atas tanah negara yang digarapnya itu tidak hanya satu orang, sebelumnnya sudah ada empat orang yang mengklaimnya dengan bukti Akta Jual Beli (AJB).

“Seluruh bukti surat kepemilikan atas klaim tanah itu sudah saya cek ke kelurahan dan kecamatan, tapi tanah itu tidak terdaftar dalam buku C, kalau pun ada objek tanahnya berbeda,” Ungkapnya.

Lebih jauh Sobari menceritakan, sebelumnya pada tahun 1947 tanah yang kini digarapnya untuk usaha itu adalah tanah negara. Dirinya akan sukarela melepaskan tanah tersebut apabila dikembalikan kepada negara tidak ke perorangan.

“Saya pasrah saja sambil menunggu ketetapan hukum yang sah,” ucapnya.

Sedangkan Margono, anak Sobari menambahkan, kasus tanah yang saat ini di meja hijaukan tersebut, sebelumnya sudah di laporkan olehnya ke Polda Banten dengan dugaan tindakan pindana pemalsuan dokumen yang di lakukan oleh MS, tanggal 27 Febuari 2019.

“Namun hingga saat ini laporan tersebut masih dalam penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut di Subdit 2 Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten. Kenapa bapak saya sudah di persidangkan. Kan jadi pertanyaan,” kata Margono.

Sidang atas perkara itu sendiri akan dilanjutkan pada hari Kamis (16/5/2019) dengan agenda pembacaan dakwaan. (Dry).

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close