NasionalTeknologi

Teningkatkan SDM Karyawan, AP II Kerjasama Dengan Monash University

Ciptakan Peneliti dua Negara

Direktur utama AP II, Muhammad Awaluddin bersama Prof.Abid Khan Deputy Vice Chanchellor and Vice President (Global Engagement) Monash University, saat diwawancarai awak media, Selasa (23/07/2019) di Bandara Soetta.

PEMBARUANNEWS.CO, Bandara – PT. Angkasa Pura II (Persero) melakukan sebuah penandatanganan MoU dengan MonasH University, Selasa (23/07/2019) di gedung 600 Bandara Soekarno Hatta. Pasalnya, kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di PT. Angkasa Pura II (Persero).

Dalam acara tersebut dihadiri Direktur Utama PT. Angkasa Pura II (Persero), DR. Campbell Wilson, Co-Director MonasH University/ Australian Federal Police AiLECS Lab, Prof. Abid Khan, Deputy Vice Chanchellor and Vice President (Global Engagement), dan Prof. Wihana Kirana Jaya ( Staf khusus transfortasi. (Wihana menjadi konektor di dalam hal ini), dan seluruh Staf jajaran PT. Angkasa Pura II (Persero).

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awluddin mengatakan bahwa hari ini kami melakukan kerjasama dengan Monash University dalam hal joint research, program eksekutif education, interenship program, dan juga untuk berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan Digital Capability, Capasity Buiding, guna peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di PT. Angkasa Pura II (Persero).

“Oleh karena itu ini menjadi penting buat kami di Angkasa Pura II untuk program bersama dengan mitra-mitra kerja dan Kementrian terkait di dalam melakukan berbagai fungsi-fungsi kerjasama, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan peningkatan pelayanan bagi bandara-bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura II Persero,” kata Awal.

Hal senada diungkapkan Prof. Abid Khan, Deputy Vice Chanchellor and Vice President (Global Engagement) mengatakan bahwa hubungan ini telah lama terjalin dengan Kementerian Transportasi selama 60 tahun sejak Monash Universitas di Indonesia dibuka secara nasional. Ini penting bagi kami, bagaimana membuat perubahan yang dinantikan untuk melakukan program liburan. Sehingga karyawan akan memahami sifat perubahan yang dapat diterapkan dalam permainan sistem transportasi modern ini. Nantinya, mereka bisa belajar dan menguasai tentang ekonomi digital, dan memiliki keahlian digital yang dibutuhkan.

“Saya berharap kerjasama ini bisa menjadi ajang bertukar pengalaman dan ilmu ke dua negara, antar Indonesia dengan Australia. Sehingga bisa menghasilkan para peneliti, untuk melakukan penelitian bersama,” harapnya. (Sam)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close