HeadlineNasional

887 Miras Import Dimusnahkan Petugas Bea Cukai Bandara Soetta

PEMBARUANNEWS.CO, Bandara – Jajaran petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Tangerang melakukan pemusnahan 887 botol minuman hasil 17 kasus tegahan di terminal Bandara Soekarno-Hatta dan 13 kasus barang kiriman periode 1 semester dari Januari sampai Juni, Rabu (24/07/2019) di halaman belakang gedung Bea Cukai Bandara Soetta.

Kepala KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang menjelaskan bahwa jumlah barang kena cukai yang dimusnahkan berasal dari 30 dokumen Surat Bukti Penindakan (SBP) yang dilakukan selama tahun 2019. “SBP ini terdiri dari 17 dokumen yang berasal dari tegahan barang bawaan penumpang dan 13 dokumen berasal dan tegahan barang kiriman,” ungkapnya.

“Seharusnya ini barang kita musnahkan di terminal begitu mereka datang. Tapi kalau jumlahnya sebanyak ini kita langsung musnahkan di sana. Kami takut baunya itu bisa mengganggu penumpang bandara, makanya kita musnahkan di sini,” kata Erwin.

BACA JUGA : Ratusan burung lovebird dari Filipina gagal diselundupkan

Erwin menuturkan bahwa barang cukai ini tidak ada mekanisme pembayaran. Karena emang mereka dibatasi dan impornya juga harus importir khusus. Sehingga itu barang yang kelebihan dari pembebasan tadi itu langsung kita musnahkan.

“Sesuai aturan yang berlaku, 1 orang penumpang dibatasi hanya boleh membawa 1 liter saja. Dan selebihnya kita sita untuk dimusnahkan,” ucapnya.

“Kebanyakan minuman sitaan tersebut dari hasil tegahan warga negara kita yang pulang liburan dari luar negeri. Karena Warga Negara Asing (WNA) pada umumnya mereka juga enggak banyak yag bawa minuman kemari,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam giat tersebu petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang memusnahkan total barang kena cukai adalah sebanyak 887 Botol Minuman Mengandung Etil Alkohol, 32.800 batang Rokok, 720 buah Rokok Elektrik, 267 batang Cerutu, dan 2 kotak Liquid Vape. (Sam)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close