HeadlineNasional

53 Orang Negro Kena Razia Gabungan Timpora

Hasil tangkapan dalam satu hari razia

PEMBARUANNEWS.CO, Bandara – Sebanyak 53 orang Warga Negara Asing (WNA) yang diduga melakukan pelanggaran keimigrasian, diangkut oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta saat melakukan Operasi Tim Gabungan tadi malam di wilayah Jakarta Barat.

Adapun ke-53 orang tersebut terdiri dari 40 orang warga Negara Nigeria. 2 orang warga Negara India, 4 orang warga negara Togo den 7 orang warga Negara Ghana. Dari ke-53 orang tersebut, didapati 11 orang memiliki dokumen perjalanan yang masa berlaku izin tinggalnya telah habis. Sedangkan. sisa 42 orang didapati tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.

Mereka diamankan oleh Petugas Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Soekarno-Hatta di Apartemen City Park, Cengkareng dan Apartemen Green Park View, Daan Mogot, Jakarta Barat. “Ke 53 WNA saat ini sudah berada di Ruang Detensi Imigrasi Soekamo-Hatta untuk pemeriksaan Ianjut sesuai aturan yang berlaku,” ujar Abrian Situmorang, Kepala Bidang lntelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta.

Petugas juga menyita barang penunjang bukti pelanggaran keimigrasian para WNA, yakni komputer jinjing (laptop), ponsel, modem, dompet dan beberapa paspor. Adapun penyitaan barang elektronik diiakukan karena ada indikasi dugaan para WNA yang diamankan melakukan aktivitas cyber crime di Indonesia.

Pengamanan ini adalah bagian dari Operasi Gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) pada Kamis, (1/8) kemarin. Kegiatan Operasi Gabungan ini diikuti oleh anggota Timpora Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta, yang berdasarkan wilayah kerja meliputi Kecamatan Cengkareng Timur dan Kecamatan Kalideres. Anggota Timpora tersebut antara lain; Kepolisian Bandara, Cengkareng dan Kalideres; Koramil dan Babinsa wilayah Tangerang; BAIS TNI Soekarno Hatta; Basarnas Soekarno Hatta; Bea Cukai Soekarno-Hatta; KKP Soekarno-Hatta serta perwakilan dari Kelurahan yang berada di dua Kecamatan tersebut.

Selain Operasi gabungan di lapangan, kegiatan sebenarnya berlangsung selama 2 hari, yakni 31 Juli 1 Agustus 2019. Hari pertama, kegiatan yang berlangsung adalah Rapat Koordinasi Timpora yang menghadirkan narasumber dari Perwakilan Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Direktorat Jenderal lmigrasi, Bapak Kennedy. Dan Kepala Bidang lntelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Wilayah DKI Jakarta Kemenkumham RI, Bapak Eko Punto Aji Hartono. Sedangkan agenda Hari Kedua diawali dengan upacara gabungan yang berlangsung di Lapangan Kantor lmigrasi Soekarno-Hatta. Dan kemudian dilanjutkan dengan Operasi Gabungan Timpora.

Operasi Gabungan Timpora ini sendiri sejalan dengan Pasal 69 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Juga Permenkumham RI Nomor 50 Tahun 2016 tentang Tim Pengawasan Orang Asing. Sehingga Operasi ini merupakan amanat Undang-undang yang sudah menjadi kewajiban Tugas dan Fungsi Timpora dalam melakukan deteksi dini pencegahan dan penindakan terhadap WNA yang berpotensi mengganggu keamanan dan stabilitas nasional.

Selama bulan Januari sampai Juli 2019, Kantor lmigrasi Kelas l Khusus TPI Soekarno Hatta telah melaksanakan fungsi pengawasan dan penindakan Keimigrasian. Sesuai pasal 75 ayat (1) UndangUndang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pejabat lmigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan. Tindakan Administratif Keimigrasian sebagaimana dimaksud Undang-undang Pasal 75 ayat (2) huruf d dan f, dapat berupa keharusan untuk bertempat tinggal disuatu tempat tertentu; dan Deportasi dari Wilayah Indonesia.

Penindakan keimigrasian tersebut telah dikenakan kepada Warga Negara Asing sebanyak 86 (delapan puluh enam) Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK), antara lain berupa pendeportasian yang terdiri atas; Warga Negara India, Warga Negara Yaman, Warga Negara Iran. Warga Negara Bangladesh, Warga Negara Suriah, Warga Negara Pantai Gading, Warga Negara lrlandia Utara, Warga Negara Australia, Warga Negara Srilanka, Warga Negara Malaysia, Warga Negara Uganda, Warga Negara lrak, Warga Negara Korea Selatan dan Warga Negara Nigeria.

Selain Tindakan Administratif Keimigrasian. terdapat juga 2 (dua) WNA yang sedang dalam proses Pro Justitia karena diduga melanggar UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian. Yakni, Warga Negara India dan Warga Negara Iran. Hal tersebut merupakan usaha penegakan hukum (law enforcement) yang dilakukan Kantor lmigrasi Kelas l Khusus TPI Soekarno Hatta. (Sam)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close