KriminalNasional

Pengacara Sobari Ngadu Ke KY dan Kejagung 

Pengacara Sobari Ngadu Ke KY dan Kejagung
Pembaruannews.co,Tangerang- Sidang lanjutan gugatan serobot lahan di Desa Bunder, Kabupaten Tangerang di tunda, Tim Kuasa Hukum Abah Sobari, datangi Komisi Yudisial (KY) dan Kejaksaan Agung RI.
Kedatangan tim kuasa hukum dari kantor LBH Nata yang beralamat di BSD, Kota Tangerang Selatan ini, tak lain adalah untuk melaporkan oknum jaksa yang menangani kasus tersebut.
Isram, Kuas Hukum terdakwa dalam kasus ini mengungkapkan, bahwa pihaknya mengajukan permohonan pemantauan dan pengawasan persidangan ke KY terhadap Perkara No.Reg: 815/Pid.B/2019/PN. Tng. Sekaligus juga melaporkan Jaksa ke JAM Was Kejagung.
“Menurut kami kasus ini perlu dilakukan pemantauan dan pengawasan oleh KY karena kasus ini sangat Janggal,” ungkap dia Kamis (8/8).
Kata Isram, kliennya sudah menempati lahan tersebut sejak tahun 1989. Lahan yang berada di Kp. Bunder Blok AB RT 12 RW 03 Cikupa, Kabupaten Tangerang ini sebelumnya sempat disoal.
“Pada tahun 2003 klien kami Sobari dilaporkan ke Polrestro Tangerang atas dugaan pengrusakan pagar oleh Nurjaya orang yang mengaku memiliki tanah di Kp. Bunder Blok AB RT 12 RW 03 Cikupa, Tangerang seluas kurang lebih 8.760 m,” ungkap dia.
Kemudian, lanjut dia, kasusnya pun bergulir hingga ke Pengadilan Negeri  Tangerang. Saat itu Pengadilan memutuskan kakek rentan ini bersalah.
“Dengan Putusan Perkara Pidana Nomor: 183/PID.B/2004/PN.TNG, Tanggal 13 April 2004, atas Nama: SOBARI Bin (ALM) Umar Mustama. Dan pada tahun 2013 klien kami kembali dilaporkan ke Polres Tangarang atas dugaan memasuki pekarangan orang tanpa ijin  oleh Merna Siriyanti orang  yang juga mengaku memiliki tanah di Kp. Bunder Blok AB RT 12 RW 03 Cikarang Tangerang Seluas kurang lebih 10.535 m,” jelasnya.
Laporan yang sama itu pun, kata dia, kini kembali  berlanjut hingga masuk pada tahap Persidangan juga di PN Tangerang. Namun, anehnya, laporan ini dibuat pada tahun 2013 dan baru di sidangakan oleh PN Tangerang pada tanggal 9 Mei 2019.
“Ada Dua orang yaitu Nurjaya dan Merna Siriyanti yang mengaku memiliki tanah yang katanya sama sama tercatat pada Persil No.44/S.10.Kohir C.664 pada alamat dan lokasi yang sama. Dan Kedua orang tersebut membuat laporan dan lanjut pada Persidangan,” ucapnya.
Atas hal tersebut Isram mengaku data yang dimiliki keduanya merupakan fiktif.
“Bagaimana bisa kasus ini dapat diakomodir oleh Lembaga Negara (Kepolisian, Kejaksaan, Peradilan) sementara ditahun 2004 PN Tangerang tlh memutus klien kami bersalah dan di tahun 2019 klien kami kembali di sidangkan dengan kasus yang sama,” tegas Isram.
Untuk itu, guna mencari kebenaran materil dan kepastian hukumnya, pihak-pihak seperti Lembaga Kepolisian, Kejaksaan serta Pengadilan haruslah jeli dan cermat dalam melihat kasus ini.
“Jangan karena dua orang yang membuat laporan lalu kedua-duanya dianggap benar. Bahwa proses dari penetapan tersangka hingga terdakwa terkesan dipaksakan terhadap Pak Haji Sobari,” ujarnya.
Dia menambahkan pada kasus ini pihaknya mendua terjadi Abuse of Power yang dilakukan Jaksa. Bahkan dia menyebut tidak menutup kemungkinan telah terjadi penyelewengan hukum.
“Karena kasus ini kesannya dipaksakan untuk mengkriminalisasi. Kasus ini telah menyita perhatian publik. Maka dari itu kami selaku Penasehat Hukum dari P. Sobari Melaporkan oknum Jaksa yang menangani Perkara ini ke JAM. Pengawasan Kejaksaan Agung dan Meminta kepada KY untuk melakukan Pengawasan dan Pemantauan terhadap kasus yang di sidangkan pada PN. Tangerang,” pungkasnya. ( Rsd )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close