HeadlineKriminal

Dua Ruko Perakit Handphone Ilegal, di Gerebek Polrestro Tangerang

Home Industri Handphone

Pembaruannews.co, TANGERANG – Dua Ruko yang dijadikan tempat Home industri perakitan Handphone ilegal dikawasan Ruko De Mansion, Alam sutra, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang digerebek jajaran Satuan Reserse Kriminal Resort Metro Tangerang Kota.

Dari dalam ruko berlantai tiga, petugas menemukan puluhan ribu handphone berbagai tipe dan merk, diantaranya Xiomi, Oppo, Iphone, Samsung, Motorolla dan Nokia. Dengan berbagai tipe handphone yang sudah rusak kemudian di rekondisi menjadi baru.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim mengungkapkan, bahwa tidak hanya handphone, dari dalam ditemukan juga alat untuk merakit, beberapa unit komputer serta sparepart handphone.

“Home industri ini menyewa dua ruko, barang sparepart dan handphone sudah jadi disimpan secara terpisah. Dari luar memang tidak terlihat adanya aktivitas perakitan,” Katanya. Jumat (06/09/19).

Karim menuturkan, dari lokasi turut diamankan belasan karyawan empat orang diantaranya Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok. Ke empatnya berperan sebagai tenaga ahli dan pengawas, usai merakit kemudian barang itu di jual atau diperdagangkan melalui situs online dan beberapa toko seluler.

“Handphone rekondisi dijual belikan di seluruh Wilayah Indonesia dengan cara melalui online atau ke toko toko di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Sementara kami masih kejar pemiliknya,” Ujarnya.

Kapolres menambahkan, jika gudang atau home industri tanpa nama tersebut telah beroperasi sejak tahun 2016. Bahkan sudah meraup total keuntungan hingga triliunan.

“Home industri ini sudah beroperasi sejk tahun 2016. Kalau dihitung total untung keseluruhan mereka sudah meraup hingga Rp 1,2 triliun,” Jelas Karim.

Karena dalam setahun penjualan ke toko-toko retail dan online se-Indonesia, industri tersebut dapat meraup untung sampai 300 Milyar dalam setahun.

Para pelaku dikenakan pasal berlapis tentang perlindungan konsumen, perdagangan, dan tentang telekomunikasi.

Dari pasal 62 ayat 2 UU RO nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungam konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan atau denda paling banyak Rp 2 miliar.

Lalu pasal 104 ayat 1 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman penjara lima tahun dan atau denda paling banyak Rp 5 miliar.

Terakhir, para tersangka dikenakan pasal 47 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi dengan ancaman pidana paling lama penjara enam tahun dan denda paling banuak Rp 600 juta.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close