Nasional

Ini Himbauan Bea Cukai Bandara Soetta Terkait Mekanisme Barang Bawaan

Meminimalisir timbulnya eksternalitas negatif

PEMBARUANNEWS.CO, Bandara – Hasil Tembakau (HT) dan Minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) merupakan dua dari jenis Barang Kena Cukai (BKC) yang secara hukum ketentuannya diatur dalam Undang-Undang. Cukai sebagai pungutan negara digunakan tidak hanya sebagai instrumen penerimaan, tetapi juga untuk menjaga peredaran dan konsumsi barang kena cukai sehingga pemakaiannya dapat terkendali serta meminimalisir timbulnya eksternalitas negatif, utamanya kesehatan dan lingkungan.

Undang-Undang Cukai telah mengatur ketentuan terkait produksi hingga konsumsi BKC yang diperbolehkan, termasuk dalam hal BKC impor yang dimasukkan dengan mekanisme barang bawaan penumpang dan barang kiriman. Sosialisasi dan penyebaran informasi baik secara langsung maupun melalui media online kepada masyarakat telah secara masif dilakukan. Namun, tentu saja masih ditemukan masyarakat yang belum memahami dengan baik peraturan tentang BKC tersebut. Sebagian pihak lainnya mungkin memahami tetapi lalai dalam menerapkannya. Hingga pertengahan bulan September 2019, masih banyak BKC yang ditegah oleh petugas Bea Cukai, baik yang diimpor dengan mekanisme barang bawaan penumpang ataupun barang kiriman.

Dalam kurun waktu yang sama, petugas Bea Cukai berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga berhasil mengamankan barang-barang yang dibawa oleh penumpang di terminal 1 kedatangan internasional berupa makanan seperti : Chocofit, Lemonfit, Cocoa Lite, dan Tea Toxx. Barang-barang tersebut dibawa dalam jumlah besar serta tidak memiliki izin impor dan atau izin edar dari BPOM. Pembatasan impor atas barang ini diatur dalam Peraturan Kepala BPOM NO. 29 tentang Pengawasan Pemasukan Bahan Obat dan Makanan ke dalam Wilayah Indonesia dan Peraturan Kepala BPOM No. 30 tahun 2017 tentang Pengawasan Pemasukan Obat dan Makanan ke dalam Wilayah Indonesia.

Dalam acara pemusnahan barang hasil penindakan yang digelar di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tipe C Soekarno-Hatta pada hari Kamis, 19 September 2019, Erwin Situmorang selaku Kepala KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta menjelaskan bahwa jumlah barang kena cukai yang dimusnahkan berasal dari 26 dokumen Surat Bukti Penindakan (SBP) dan 1 Surat Titipan (ST) yang dilakukan hingga tanggal 17 September 2019. SBP ini terdiri dari 23 dokumen yang berasal dari tegahan barang bawaan penumpang dan 4 dokumen berasal dari tegahan barang kiriman.

“Jumlah total barang kena cukai yang dimusnahkan adalah sebanyak 478 Botol Minuman Mengandung Etil Alkohol, 13.400 batang Rokok, 58 Kg Tembakau Iris, 30 batang Cerutu, dan 11.800 Rokok Elektrik. Selanjutnya, jumlah makanan yang tidak memiliki iizin impor BPOM adalah sebanyak 273.185 gram Chocofit, 85.050 gram Lemonfit, 15.200 gram Choco White, 16.600 Sleemax Choco Lite, 12.600 gram Sleemax Tea Tox, dan 9.000 gram Audela,” papar Erwin.

“Saya menghimbau kepada masyarakat kalau mau beli barang tolong lihat dulu kandungan dan izin produknya terlebih dahulu. Jika ada produk obat dan makanan yang tak memiliki izin resmi, barang tersebut akan kami tegah. Dan saya berharap masyarakat untuk bisa mengikuti aturan yang sudah diberlakukan oleh undang-undang yang ada,” himbaunya. (Eyza)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close