Headline

Direktur Basarnas Jakarta, Resmi Membuka Pelatihan Potensi SAR 2019

Pembaruannews.co, TANGERANG – Direktur Bina Potensi BASARNAS Jakarta, Faturahman Indra Jaya meresmikan Pelatihan Potensi SAR 2019 Teknik Pertolongan pada Ketinggian (High Angle Rescue Technique/HART), Senin (30/09/2019) diKantor Pencarian dan Pertolonan (SAR) Jakarta pada hari ini.

Pasalnya giat tersebut bertujuan untuk memberikan kompetensi dalam bidang pencarian dan pertolongan, juga dapat terlibat langsung dalam pelaksanaan operasi SAR. Sehingga dapat meminimalisir korban jiwa di setiap pelaksanaan operasi SAR dilakukan.

Direktur Bina Potensi, Marsekal Pertama TNI, F. Indrajaya, S.E., dalam membuka pelatihan tersebut menegaskan bahwa seorang penolong harus memiliki fisik dan stamina yang prima agar dapat melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan khususnya di medan ketinggian, kemudian penolong juga harus memiliki mental baja dan memiliki kompetensi berupa pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pencarian dan pertolongan.

“Dalam pelatihan potensi SAR tahun ini akan diberikan materi dan praktek mengenai teknik pertolongan di ketinggian atau yang lebih dikenal dengan nama High Angle Rescue Technique (HART).” paparnya.

Menurutnya, bencana ataupun kecelakaan memiliki sifat Unpredictable atau tidak dapat diprediksi sebelumnya. Akan tetapi dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan dapat menimpa siapa saja. Maka dari itu Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian menjadi Leading Sector di bidang pencarian dan pertolongan dan bertanggung jawab secara penuh terhadap operasi pencarian dan pertolongan. Dengan keterbasan yang ada saat ini, BASARNAS tidak bisa bekerja sendiri dan perlu peran serta dari seluruh stakeholder dan masyarakat pada umumnya sebagai potensi pencarian dan pertolongan.

“Hari ini Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melalui Unit Pelaksana Teknis Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta mengadakan Latihan Potensi SAR 2019. Terhitung dari tanggal 30 September sampai 4 Oktober 2019, yang diikuti oleh kurang lebih 60 peserta yang terdiri dari TNI, Polri, Lembaga Pemerintah, Swasta, serta Organisasi Masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan ini resmi saya buka,” ungkapnya.

“Kami berharap bahwa melalui pelatihan ini seluruh potensi SAR memiliki kompetensi dalam bidang pencarian dan pertolongan, juga dapat terlibat langsung dalam pelaksanaan operasi SAR dan mampu mempersingkat response time. Sehingga dapat meminimalisir korban jiwa dalam pelaksanaan operasi SAR,” tutup Direktur Bina Potensi, Marsekal Pertama TNI, F. Indrajaya, S.E., melakukan Jumpa Pers bersama dalam acara tersebut. (Sam)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close