HeadlineNasional

Selundupkan Narkoba ke Indonesia, 4 WNA Diganjar Hukuman Mati

Sinergi Kombata tak Pernah Padam

PEMBARUANNEWS.CO, Bandara – Jajaran petugas Kantor Pelayanan Utama (KPU Bea Cukai) Tipe C Soekamo-Hatta yang bersinergi dengan Komunitas Bandara Soekarno-Hatta (KOMBATA) seperti Polresta Bandara Soe bersama, TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim POLRI, Karantina, Otoritas Bandara, Custom, Basaranas, Imigrasi dan komunitas bandara lainnya, berhasil mengamankan 4 orang Warga Negara Asing (WNA) penyelundup Narkotika Jenis Sabu-Sabu, Ketamine, dan Ekstasi di Bandara Soekarno Hatta dengan berbagai macam modus yang dilakukan oleh para tersangka.

Masing Masing tersangka berinisial CCR (pria 62 tahun warga negara India), MA (Wanita, usia 62 tahun warga negara Ghana), serta dua warga negara Cina yaitu RB (pria 28 tahun), dan HB (pria, 25 tahun).

Para pelaku diamankan petugas Bandara Soekarno Hatta lantaran kepergok dan didapati membawa barang haram tersebut saat melintasi mesin Xray di Bandara Soekarno Hatta Tangerang.

Finari Manan selaku Kepala KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta menjelaskan kronologi empat kasus penyelundupan narkotika ini kepada awak media pada Selasa, (19/11/2019) saat melaksanakan press rilis kasus di Bandara Soekarno Hatta-Tangerang. “Selama bulan oktober dan november tahun 2019, Bea Cukai bersama KOMBATA bersinergi dan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang sebanyak 1.883 gram Methamphetamine, 2.035 butir pil Ekstasi, serta 965 gram Ketamine,” jelasnya.

“Dari total kasus penyelundupan narkoba ini tediri dari empat kasus, satu kasus dilakukan dengan modus barang kiriman. sedangkan tiga kasus dilakukan dengan modus barang penumpang. Jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebanyak empat orang yang keseluruhannya merupakan warga negara asing (WNA). Kami juga telah berkoordinasi melakukan Control Delivery, akan tetapi pergerakan kami sepertinya sudah tercium oleh para tersangka lain yang hingga saat ini masih dalam proses pengejaran oleh para petugas kami,” jelasnya.

“Proses ini masih terus kami kembangkan. Supaya bisa menangkap para tersangka lainnya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3 dalam hal barang bukti melebihi 1 kilogram,” imbuhnya.

Finari pun menuturkan bahwa upaya pemberantasan narkotika ini bukan hanya merupakan tugas aparat hukum saja, melainkan juga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam membendung peredaran narkotika dan melindungi generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri. (Sam)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close