HeadlineKriminal

Dua Pelaku Perakit Senpi Ilegal, Dibekuk Polresta Tangerang

Pembaruannews.co, Tangerang – Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang menangkap dua pelaku perakitan senjata api (Senpi) ilegal dikawasan Perum Puri Asri,  Kecamatan Pasar Kemis,  Kabupaten Tangerang.

Pelaku berinisial EC (42) diketahui sudah satu tahun menjalani bisnis perakitan senpi ilegal dan memperjual belikan dengan cara Online.

Polisi juga menangkap pelaku lainnya,  Yakni JEP merupakan pekerja disebuah bengkel bubut dikawasan Cikupa. EC mendapatkan spare part darinya.

“EC diduga kuat merupakan pelaku utama yang memperjual belikan senjata api ilegal,” Ungkap Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi,  Selasa (24/12/19).

Ade menerangkan, EC yang merupakan pedagang Jengkol memperjual belikan senjata api jenis makarov seharga Rp 11 juta hingga Rp 13 juta rupiah. Informasi adanya jual beli itu, adanya informasi masyarakat.

“Setelah mengumpulkan bahan keterangan dan melakukan penyelidikan, Tim satreskrim dilapangan kemudian melakukan penangkapan pelaku,” paparnya.

Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti berupa 2 pucuk senjata api jenis makarov T16, 1 pucuk senjata api jenis makarov T11, dan 2 pucuk senjata api jenis makarov T16 yang masih dalam proses perakitan.

Ade menambahkan, selain itu ditemukan 1 pucuk senjata api jenis ecoll special 99 yang juga masih dalam proses perakitan, 1 pucuk senjata api jenis black gun 917 yang masih dalam proses perakitan, serta 1 pucuk senjata api revolver yang juga masih dalam proses perakitan.

“Kami juga menemukan 1 pucuk air soft gun jenis kwc makarov,” ujar Ade.

Selain senjata api, polisi juga menemukan 8 unit selinder peluru revolver, 252 butir peluru tajam kaliber 9 milimeter, dan 39 peluru hampa kaliber 9 milimeter.

Sedangkan EC, mengaku bahwa dirinya belajar merakit senjata Air Soft Gun ke Senjata api dari Youtube.

“Saya mempelajari otodidak,  dari youtube, dan menjualnya melalui Toko online,” katanya.

Para tersangka dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Tersangka, kata Ade, diduga telah membuat, menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai, menyimpan, dan menyembunyikan senjata api tanpa izin.(Dri)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close