Nasional

Gerakan BISA dan GPM Tumbuhkan Kepercayaan Wisatawan Jika Indonesia Aman Dikunjungi

PROBOLINGGO – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggagas Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) dan Gerakan Pakai Masker (GPM). Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Kurleni Ukar menegaskan, kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru berwisata di tengah pandemi Covid-19. 

“Saat ini kita memasuki adaptasi kebiasaan baru. Jadi kita harus siap dengan 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” kata Kurleni Umar di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Minggu (6/9/2020). Tak hanya itu, ia juga menyebut gerakan ini diinisiasi untuk menumbuhkan kepercayaan wisatawan dalam dan luar negeri bahwa destinasi wisata di Indonesia telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Menurutnya, kebersihan dan kesehatan merupakan faktor utama yang mesti dihadirkan pada seluruh destinasi wisata di Indonesia. 

 “Kita harus meningkatkan kebersihan di destinasi wisata, karena kebersihan dan kesehatan pariwisata Indonesia berada di peringkat 102 dari 140 negara. Itu jelek sekali dan ini harus kita tingkatkan untuk bisa menigkatkan kepercayaan wisatawan bahwa mereka aman dan nyaman untuk datang ke destinasi wisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Dengan demikian wisatawan merasa aman dan nyaman saat melakukan kunjungan wisata ke Indonesia. “Ini kita lakukan untuk membantu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19, sekaligus memberikan kepercayaan kepada wisatawan untuk datang ke destinasi,” harapnya.

Ia meminta kepada stakeholder pariwisata untuk membangun destinasi wisatanya sesuai standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Pengelola destinasi, pemangku kepentingan dan masyarakat diharapkan selalu menjalankan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebagai kebiasaan baru dan wajib dijalankan.

Dengan begitu, wisatawan akan merasa aman dsn terlindungi ketika melakukan perjalanan wisata ke suatu destinasi. “Health and hygiene serta safety and security merupakan dua faktor penilaian dalam Travel and Tourism Competitiveness Index akan menjadi prioritas utama bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Penerapan protokol kesehatan tak hanya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun harus terus digalakkan oleh stakeholder pariwisata, sehingga sektor pariwisata dapat tetap produktif dan aman,” harapnya.

Melalui gerakan ini ia berharap pariwisata Indonesia dapat pulih dan kondisinya menjadi lebih baik lagi. Ia berharap masyarakat betul-betul menyadari pentingnya Gerakan BISA dan Gerakan Pakai Masker bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan pariwisata Indonesia. 

“Harapannya gerakan ini terus berlangsung tak hanya pada saat gerakan ini dilaksanakan saa, tetapi ini diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari dan menjadi satu upaya gotong-royong dan bersinergi menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya. 

Gerakan BISA dan Gerakan Pakai Masker telah diselenggarakan di lebih dari 38 kabupaten/kota di Indonesia. Di Jawa Timur, kegiatan ini diselenggarakan di tiga kota yakni Malang, Banyuwangi dan Probolinggo. Gerakan ini melibatkan lintas stakeholder untuk meyakinkan wisatawan bahwa destinasi pariwisata di Indonesia telah siap dengan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.(***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close