HeadlineNasional

Dampak Covid-19, Kuli Pasar Pakuhaji Sulap Drum Bekas Jadi Sofa Bernilai Jutaan

PEMBARUANNEWS.CO, TANGERANG – Masa pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian masyarakat menurun. Membuat Misan (40) seorang warga dikecamatan pakuhaji, kabupaten Tangerang menyulap limbah bekas, berbahan drum menjadi sofa yang bernilai Jutaan Rupiah.

Melalui ide kreatifitas yang baru digeluti selama pandemi Covid-19 ini. Misan sudah memulai bisnis sofa yang terbuat dari beberapa bahan limbah daur ulang seperti drum, dan kayu bekas yang di sulap menjadi furniture mewah.

“Awalnya saya ragu karena tidak sama sekali memiki keahlian dalam bidangnya. Lalu saya meyakini belajar dari media sosial atau youtube serta tuntutan ekonomi selama pandemi covid-19 ini,” ujarnya. Saat ditemui pembaruannews.co, Senin (19/10).

Sebelum pandemi, Misan hanya seorang pekerja serabutan kuli disebuah pasar tradisional pakuhaji. Hampir 3 bulan terakhir bisnis sofa drum yang dijalaninya kini mulai banyak pesanan.

“Kurang lebih 3 bulanan saya mulai merintis pekerjaan baru. Meskipun dari sisi bahan dari limbah bekas yang dibutuhkan kadang sulit di dapat,” terangnya

Misan menambahkan, harga satu set sofa yang di tawarkan bervariasi dari mulai 2 juta hingga 5 juta rupiah tergantung motif dan model yang di inginkan konsumen. Sementara pemasaran yang dilakukan secara online.

“Kalaw harga tergantung motif yang di pesan oleh pembeli. 1 set sofa ini sudah termasuk meja dan proses pembuatan sekitar 1 minggu,” paparnya

Disisi lain Misan terbentur dengan modal usaha yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan bisnisnya.

“Disisi lain, kembali lagi kesulitan yang saya hadapi modal untuk membeli bahan baku. Tak berselang lama usaha saya mendapat dukungan dan bantuan berupa bahan-bahan dari Polsek pakuhaji bahkan ikut memasarkan karya saya,” keluhnya

Sementara kapolsek pakuhaji AKP Edy Suprayitno saat di konfirmasi membenarkan, bahwa pihaknya ikut membantu proses pencarian bahan baku untuk salah satu warganya.

“Awalnya mendapat laporan dari Babinkamtibmas diwilayah bahwa ada warga yang memiliki keahlian dan inovasi membuat sofa dari bahan limbah,” terangnya.

Edy menambahkan, warganya ini mengeluhkan biaya untuk meneruskan usahanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga akibat terdampak pandemi covid-19.

“Akhirnya setelah mendengar curhatan, saya berupaya membantu mencarikan sedikit bahan limbah daur ulang untuk memenuhi karyanya. Hingga saat ini saya ketahui mulai banyak pesanan sofa hasil inovasinya,” pungkasnya. (DRY)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close