HeadlineKriminal

Miliki Senpi Ilegal, Direktur Perusahaan Swasta di Ciduk Polresta Bandara Soetta

Senpi Ilegal

PEMBARUANNEWS.CO, TANGERANG РSeorang penumpang di Bandara soekarno hatta, diamankan petugas kepolisian atas kepemilikan senjata api ilegal yang tak dilengkapi dokumen administrasi.

Penumpang SAS (54) seorang penumpang yang hendak terbang ke Makasar, Sulawesi selatan diamankan Tim Garuda satreskrim polresta bandara soekarno hatta. Setelah adanya laporan dari petugas Aviation security (Avsec) diterminal keberangkatan.

“Saat ditanyakan kelengkapan administrasi, penumpang pesawat maskapai Lion air tidak bisa menunjukkan Bukti-bukri kepemilikan administrasi barang tersebut,” ujar Kasat reskrim polresta Bandara soetta, Kompol Alexander Yurikho

Kepada wartawan, Kompol Alexander menuturkan dari hasil pemeriksaan pelaku yang merupakan seorang Direktur salah satu perusahaan bidang konstruksi mendapatkan senjata tersebut dari kawannya dengan membeli di Tahun 2015 lalu.

“Pelaku mengaku membeli senjata dari temannya dan beralasan untuk membela diri,” katanya

Sementara, dari kurun waktu yang sama bahwa adanya pengiriman paket dari PT POS Indonesia. Setelah dilakukan penyelidikan petugas berhasil mengamankan paket pesanan berisi amunisi sebanyak 50 butir serta 1 pucuk senjata jenis Air gun dari tangan pelaku ZI di Padang, Sumatera Barat yang diketahui mantan anggota polisi berpangkat Brigadir yang di pecat secara tidak hormat.

“Setelah dilakukan pengejaran oleh tim satreskrim, berhasil kita amankan amunisi beserta senjata dari dalam paket kardus tersebut,” papar Alexander

Alexander menambahkan, dari tiga kasus dalam kurun waktu satu bulan adanya laporan kepemilikan senjata api ilegal tersebut. Pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap satu orang pelaku lainnya berinisial R yang memesan senjata rakitan beserta 2 peluru yang masih aktif yang sudah diamankan.

“Barang buktinya sudah kami amankan, tinggal menunggu waktu untuk melakukan pengejaran terhadap pekaku yang sudah diketahui Identitasnya,” pungkasnya

Para pelaku terancam pasal 1 ayat 1 Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, tentang kepemilikan senjata ilegal dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (DRY)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close