HeadlinePeristiwa

PLN Banten Gerak Cepat Amankan Listrik Saat Banjir di Tangerang, 46 Persen Listrik Pelanggan Sudah Menyala

PEMBARUANNEWS.CO, Banten – Banjir di beberapa wilayah di Tangerang mengakibatkan beberapa gardu dan jaringan listrik tergenang air. PLN gerak cepat lakukan langkah pengamanan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Manager Komunikasi PLN UID Banten, Melva Yumawati mengatakan dalam hal ini PLN terus bersiaga memantau sistem kelistrikan pada daerah terdampak banjir.

“Sampai dengan Sabtu (20/2) ini pukul 10.00 WIB, terdapat 290 unit Gardu Distribusi dan 24.338 pelanggan yang terdampak banjir. Sementara sebanyak 149 gardu distribusi dan 11.398 pelanggan telah berhasil PLN nyalakan kembali. Saat ini presentasi menyala sebesar 46%,” kata Melva.

BACA JUGA : 3 Skenario PT Angkasa Pura II di Tengah Pandemi COVID-19

Melva menyebut pihaknya akan terus bekerja keras dan memantau kondisi di lapangan sejak cuaca ekstrim terjadi. Sisa pelanggan yang masih padam akan secara bertahap dinormalkan melihat kondisi di lokasi banjir. ” Jika semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik maka siap untuk dinyalakan,” imbuhnya.

Melva mengatakan, adapun wilayah yang belum menyala diantaranya Kawasan Industri Manis, Kawasan Industri Jatake, Per. Mutiara Pluit Periuk, Per. Regency dan sekitarnya, Per. Golden City residence dan sekitarnya. Listrik tersebut dinonaktifkan demi keselamatan warga.

“PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir untuk secara sigap mengambil langkah. PLN juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk hal tersebut,” katanya.

Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile. [Sam]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button