Daerah

Gubernur Banten Pinta Kejati Usut Tuntas Kasus Penyelewengan Dana Hibah Pesantren Senilai 117 Milyar

Tindak Tegas Kenakalan Koruptor

PEMBARUANNEWS.CO, Banten – Gubernur Banten Wahidin Halim mengutuk aksi pemotongan dana hibah bagi Pondok Pesantren di Banten yang nilainya mencapai Rp117 Miliar. Pria yang akrab disapa WH ini pun lantang memberikan dukungan kepada Kejaksaan Tinggi Banten untuk mengungkap kasus yang dilakukan oleh tersangka ES.

“Kita mendukung langkah-langkah Kejaksaan, biar semuanya jelas, semua transparan. Biar semuanya nanti tidak mengulangi perbuatan itu. Dan, ini dalam rangka melawan korupsi. Kita cegah, kita lawan, kita berantas korupsi yang ada di Banten, itu kan komitmen saya” tegas Gubernur saat memberikan keterangan di Rumah Dinas, Senin 19 April 2021 lalu.

Wahidin mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kejati Banten untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemotongan dana hibah Pondok Pesantren ini dan menangkap seluruh orang yang terlibat agar dihukum sesuai dengan perbuatannya. “Sekali lagi saya sangat tidak terima dan tersakiti dengan tindakan ini. Walaupun kita tidak tahu ini melibatkan PNS atau tidak karena yang kemarin ditangkap itu dia mah bukan oknum PNS ataupun Kesra” keluhnya .

“Saya rasa ini memang harus dituntaskan, dan saya bersyukur kita bisa tuntaskan ini. Kita bisa dapatkan orang-orang yang mana yang terlibat agar bisa dihukum. Karena bukan nilai besar kecilnya tapi lebih kepada syahwatnya yang tidak punya nurani tidak punya hati. Saya ucapkan terima kasih kepada Kejaksaan, terima kasih banyak, semangat untuk memberantas korupsi di Banten,“ tambahnya.

Pria asal Kecamatan Pinang Kota Tangerang ini mengaku heran terhadap tersangka yang tega memotong dana hibah yang Provinsi sediakan khusus untuk Pesantren dan Kiyai. Menurutnya, perbuatan tersebut bukan hanya bertentangan dengan hukum tetapi sangat tidak bermoral.
“Bukan hanya sekedar melanggar hukum, tapi secara moralitas ko tega-teganya duit Pak Kiayi. Buat Pak Kiayi, atas inisiatif Gubernur dan sebagai bentuk penghargaan Gubernur kepada Kiyai dengan seenaknya dipotong atau enggak kasih. Itu tidak amanah, itu perbuatan dzolim, saya enggak terima” tegasnya.

BACA JUGA :  2500 Guru Kota Tangerang Jalani Vaksinasi Perdana Di Bulan Ramadhan

Menurutnya, seharusnya semua pihak dapat menahan diri untuk tidak mengambil hak milik orang lain, terlebih saat ini tengah memasuki bulan Ramadhan yang seharusnya dijadikan sebagai momentum untuk bisa mengendalikan diri dari keserakahan.

“Tiap tahun kita puasa Ramadhan, kita dilatih untuk mengendalikan diri kita, syahwat kita, hawa nafsu kita, kita dilatih untuk tidak menjadi serakah. Saya pikir itu kan pesan-pesan secara esensial dari puasa Ramadhan, harus kita implementasi dalam kehidupan sehari-hari” pungkasnya. (Sam)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button