Daerah

Mad Romli Tekan Para Camat Terkait Penurunan Stunting Kabupaten Tangerang 2021

PEMBARUANNEWS.CO, Kab.Tangerang – Wakil Bupati Tangerang H Mad Romli saat membuka Rembuk Stunting Kabupaten Tangerang Tahun 2021, di Grand Soll Marina Jati Kota Tangerang, Selasa (20/4/2021).

Acara tersebut turut dihadiri para Kepala OPD, Camat, Lurah dan Kades dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Wakil Bupati menyebut, berdasarkan SK Bupati Tangerang Nomor 902/Kep.339-huk/2021 Tanggal 3 Maret 2021 tentang penetapan Desa prioritas konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting TA 2022 mendatang di 10 Desa yang tersebar di 5 Kecamatan.

Masing-masing Kecamatan tersebut diantaranya adalah Kecamatan Teluknaga (3 desa), yakni Desa Tegal Angus, Muara, Tanjung Pasir. Kecamatan Rajeg (3 desa) yakni Desa Rajegmulya, Sukasari, Tanjakan. Kecamatan Sepatan (1 desa) di Desa Pondok Jaya. Kecamatan Mauk (2 desa) yakni, Desa Sasak, Desa Banyuasih Kecamatan Kresek (1 desa) di Desa Ranca Ilat .

Arahan Wakil Bupati Tangerang, pelaksanaan rembuk stunting merupakan langkah strategis dalam mencanangkan dan mendeklarasikan komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan para pemangku kepentingan tentang rencana intervensi penurunan stunting yang terintegrasi.

Untuk itu Wabub minta tim konvergensi percepatan penurunan dan pencegahan stunting dapat merumuskan rencana aksi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang.

“Kepada Camat se-Kabupaten Tangerang agar secepatnya melakukan koordinasi dengan seluruh Lurah/Kepala Desa terkait dengan penanganan stunting di Kelurahan/Desa, inti dari regulasi ini terkait penganggaran stunting dari penggunaan dana desa, kemudian untuk OPD terkait tetap melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan penanganan stunting,” jelas Wabub.

BACA JUGA : Bupati Tangerang Resmikan Gedung Serba Guna Kitri Bakti Gemilang

Sementara laporan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Taufik Emil menyebutkan bahwa kegiatan ini sebagai cerminan kesungguhan kita untuk mencurahkan pemikiran dalam rangka membahas pelaksanaan intervensi penurunan dan pencegahan stunting sebagaimana diamanahkan pada Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 bahwa upaya percepatan penurunan stunting menjadi salah satu dari proyek prioritas.

Berdasarkan data riskesdas 2018, data stunting di Kabupaten Tangerang adalah 23,2 %, dan ini masih diatas batas ambang yaitu kurang dari 20 %. Sedangkan berdasarkan Data e-PPGBM bulan Agustus Tahun 2020 prevalensi stunting di Kabupaten Tangerang sudah menurun menjadi 8,5 % (15.318 balita).

“Untuk itu upaya penurunan stunting memerlukan pendekatan menyeluruh yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung,” ucap Taufik. (sam)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button