Kriminal

Hamil dan Trauma, Polisi Tangkap Pelaku Cabul di Tangerang

PEMBARUANNEWS.CO, Tangerang – Polres metro Tangerang kota menangkap seorang pelaku pencabulan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur Kamis (20/05/2021).

Dari kasus ini YP ditangkap petugas lantaran telah melakukan menggauli dan sekaligus penganiayaan pada pacarnya (korban) yang baru berusia 17 tahun.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Deonijiu De Fatima mengatakan pelaku dan korban merupakan pasangan muda yang belum menikah.

” Mereka pacaran dan melakukan hubungan suami istri sampai korban ini hamil. Ketika itu, korban dan pelaku selisih paham. Sehingga pelaku menganiaya dan membuat korban luka dan sampai trauma,” ucap Kapolres saat melakukan press release kasus pada, Kamis (20/05/2021) di lobby Polres Metro Tangerang kota.

“Orang tua korban melaporkan ke yang berwajib mengenai kasus yang menimpa anaknya itu. Kami tangkap pelaku, kemudian membawanya ke kantor untuk kami proses,” jelasnya.

Dari kejadian kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa baju dana pakaian dalam milik korban.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 76 D junto Pasal 81 atau pasal 76E Jo Pasal terkait perlindungan anak dan Kasus ini masih kami proses lebih lanjut,” ujar Kapolres.

“Kalau korban saat ini sedang terapi. Karena masih mengalami trauma. Sedangkan kondisi korban pun saat ini sedang hamil,” ungkap Kapolres.

BACA JUGA :  2 Jambret HP Diciduk Polisi, Salah Satu Tersangka DPO Curanmor

Sebelum mengakhiri konferensi pers dengan awak media. Kapolres pun mengimbau dan sekaligus menegaskan bahwa kejadian ini tidak sesuai dengan berita yang telah viral di media sebelumnya.

” Orang tua pelaku bukan polisi. Pelaku tidak mengaku ngaku kalau orang tuanya itu polisi. Itu hanya berita hoaks. Kasus ini kita tangani dengan baik. Kalau ternyata orang tua pelaku itu adalah seorang supir yang sudah lama meninggal Dunia,” jelasnya.

“Dan menyikapi kejadian dari kasus ini, saya menghimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan anaknya. Agar kejadian tersebut, tidak terulang kembali di lingkungan masyarakat luas” ucapnya. (SAM Sergei)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button