Daerah

Jalan Ditutup, Ratusan Warga Sekarwangi Neglasari Minta Tolong Ke Pak Wali Kota Tangerang

PEMBARUANNEWS.CO, Kota Tangerang – Ratusan warga komplek LDII yang berada di wilayah RT.005 RW.007 kampung Sekarwangi, Neglasari, Kec.Neglasari Kota Tangerang mengeluh, lantaran akses jalan utama mereka untuk melintas ditutup oleh warga perumahan KORPRI Neglasari Kota Tangerang, semenjak adanya penerapan PSBB oleh pemerintah daerah hingga sampai saat ini.

Sugeng Lunar (42), satu dari warga Kampung Sekarwangi, Kel.Neglasari. Kec.Neglasari Kota Tangerang mengaku sangat kecewa atas adanya penutupan akses jalan tersebut.

“Dulu jalan itu dibuka untuk umum dan bisa dilalui dengan mobil dan motor oleh warga sini buat aktifitas sehari hari mas,” ucap Sugeng kepada awak media, Rabu (02/06/2021) di lokasi.

Namun, lanjut Sugeng, semenjak adanya penerapan PSBB. Jalan tersebut ditutup dan hanya bisa dilalui kendaraan bermotor saja. Tapi, makin sekarang kok jalan tersebut kenapa ditutup. Sehingga, membuat para warga dan pedagang yang berkeliling pun menjadi kesulitan untuk beraktifitas. Baik, mau berangkat kerja, mengantar anak ke sekolah dan lain sebagainya.

” Kalau lewat situ kita jadi deket, gak perlu muter jauh jauh lagi. Berangkat kerja dan sekolah juga dulu lebih mudah dan gak memakan waktu lama. Jika kalau jalannya itu terhubung lagi,” ungkapnya.

Menurut informasi yang dihimpun oleh PEMBARUANNEWS.CO, permasalahan akses jalan tersebut pernah menjalankan proses musyawarah bersama. Dimana, dalam rembuk tersebut turut dipimpin oleh Camat Neglasari, Lurah Kedaung Wetan, Lurah Neglasari, serta para ketua RT dan RW warga Perumahan KORPRI dan Komplek LDII Sekarwangi, Kec.Neglasari Kota Tangerang.

Seorang pengendara ojek Online terlihat memutar balikkan kendaraannya, pada saat memasuki akses jalan penghubung antara Komplek LDII Sekarwangi dan Perumahan KORPRI.

Namun, dalam pertemuan tersebut tidak menemukan titik terang antar kedua belah pihak. Baik warga Perumahan KORPRI, maupun warga Komplek LDII Sekarwangi.

Dan permasalahan jalan itu sendiri pun, sampai saat ini belum selesai tertangani dan malah menciptakan situasi yang mengerucut dan memanas di lingkungan warga sekitar. Bahkan, ratusan warga Komplek LDII Sekarwangi pun sudah membuat petisi. Dimana, di dalamnya terdapat 250 tanda angan warga Sekarwangi untuk memohon bantuan kepada pak Wali Kota Tangerang dan Wakil Wali Kota Tangerang.

“Sebelumnya, kami bersama pak Ketua RW pun sudah mendatangi rumah pak Wakil Wali Kota Tangerang H.Sachrudin untuk membantu permasalahan kami ini,” kata Sugeng saat di berbincang bincang dengan awak media di lokasi yang didampingi ketua RT.005 dan RW.007 Sekarwangi, Neglasari Kota Tangerang.

“Pak wali kota Tangerang tolong bantu kami pak…!!! saya dan warga sini juga masih warga bapak juga,” harapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Sinah (42) satu dari pedagang sayuran keliling yang menggunakan sepeda motor di lokasi.

Kepada PEMBARUANNEWS.CO, perempuan tersebut mengaku harus muter dan mencari jalan lain terlebih dahulu. Apabila hendak ingin menjajakan dagangannya kepada warga sekitaran komplek LDII dan Sekarwangi.

“Sudah lama saya dagang ke wilayah sini mah. Cuman, sekarang mah harus muter dulu bang..!! kalau habis keliling di perumahan KORPRI itu, terus ke komplek sini. Soalnya itu jalan udah ditutup gara gara dilockdown,”

“Menghambat rejeki dan waktu juga sih. Dulu mah, sayuran saya ramai yang belinya. Baik warga perumahan KORPRI itu, sama warga Komplek LDII ini,” jelasnya.

BACA JUGA : Polres Tangerang Kota Tetapkan 6 Tersangka Perusuh Demo UU Cipta Kerja

Turut campur pemerintah sangat penting dalam hal ini. Mengingat, peranan akses jalan penghubung kedua wilayah antara kelurahan Neglasari dan Kedaung Wetan tersebut memiliki banyak manfaat dan memudahkan bagi warga sekitar dan masyarakat lainnya untuk beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari.

Dan amat disayangkannya lagi, ada sejumlah pejabat tinggi pemerintah daerah kota Tangerang yang tinggal di perumahan KORPRI tersebut. Namun, permasalahan warga yang sudah larut sepuluh tahun itu tidak sampai didengar oleh mereka yang memiliki tanggung jawab sebagai abdi negara.

Dan, alangkah baiknya jika para pejabat tinggi daerah itu pun turut berpartisipasi langsung untuk mengatasi permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Guna mencegah terjadinya, ke gaduhan kegaduhan yang akan timbul dari riak riak permasalahan yang ada. (Sam)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button